Bolehkan Bukber di Restoran Asalkan Penuhi 3 Syarat ini

Bolehkan Bukber di Restoran Asalkan Penuhi 3 Syarat ini !!

Ilustrasi buka bersama Credit : suara.com

 

Bulan Ramadan akan segera datang, di mana masih akan dilalui dalam situasi pandemi. Tim Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 pun mengeluarkan beberapa imbauan dari pelonggaran aturan pembatasan.

Juru Bicara Satgas Covid 19, Wiku Adisasmito menekankan jika kegiatan masyarakat pada bulan Ramadan cenderung lebih meningkat. Seperti ingin melengkapi ibadah dengan menjalin silaturahmi untuk bertemu dengan sanak saudara.

Satgas Covid-19 memberikan syarat. Yaitu tidak diperbolehkan mengobrol saat buka puasa bersama.
“Kalau buka puasa bersama sebaiknya dijaga jarak yang cukup dan tidak usah berbicara pada saat makan,” kata Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9, dikutip Selasa 29 Maret 2022.

“Jangan lupa cuci tangan sebelum makan supaya kita betul-betul bersih dan sehat. Jadi semua bisa dilakukan asal betul-betul adaptasinya dengan protokol kesehatan,” sembungnya.

Selain itu, Wiku juga menjelaskan terkait aktivitas tempat ibadah yang telah diperbolehkan untuk digelar berjamaah. Sesuai ketentuan yang berlaku dalam level PPKM di daerahnya, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan menjadi yang utama

“Selama kita beribadah kalau di masjid pastikan masjidnya tidak terlalu penuh, dan terlalu lama di masjid sehingga potensi penularannya menjadi besar, caranya ventilasi masjidnya dibuka lebih baik dan tidak terlalu lama di dalam masjid, interaksi berbicara juga relatif terbatas, yang tidak berbicara menggunakan masker saja,” jelasnya.

Ini syarat  kelonggaran Bukber  yang diberikan pemerintah selama bulan Ramadhan tahun 2022.

1.Bukber, Tapi Tak Boleh Ngobrol

Buka Bersama atau bukber seringkali menjadi kegiatan berkumpul sekaligus bersilaturahmi pada bulan Ramadan. Meski tidak dilarang pada tahun ini untuk melangsungkan bukber, namun Satgas Covid-19 tetap mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya untuk menjaga jarak dan tidak ngobrol di saat acara bukber dilangsungkan.

2. Izinkan Ibadah Berjamaah dengan menjaga prokes

Wiku menjelaskan bahwa pemerintah telah memperbolehkan pelaksanaan ibadah berjamaah. Namun harus tetap menyesuaikan ketentuan yang berlaku dalam level PPKM di daerah masing-masing, tetap memathui protokol kesehatan. “Selama kita beribadah kalau di masjid pastikan masjidnya tidak terlalu penuh, dan terlalu lama di masjid sehingga potensi penularannya menjadi besar, caranya ventilasi masjidnya dibuka lebih baik dan tidak terlalu lama di dalam masjid, interaksi berbicara juga relatif terbatas, yang tidak berbicara menggunakan masker saja,” terang Wiku.

3. Saling Ingatkan Tetap Jaga Prokes saat Bukber

Menurut Wiku, meski pemerintah sudah melakukan sejumlah pelonggaran dalam berbagai aktivitas, masyarakat tetap harus menjaga prokes. Wiku kembali mengingatkan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan atau prokes pada Ramadan nanti.

“Tingginya aktivitas itu berisiko terjadi penularan sehingga menjaga prokes menjadi kunci utama untuk menghindari risiko tersebut,” tegas Wiku dikutip dari Liputan6.com pada Kamis, (31/03/2022).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.